Discovery: Chocolate War (M&M & Hershey’s Company Rivalry in chocolate industries)

Discovery: Chocolate War (M&M & Hershey’s Company Rivalry in chocolate industries)

Bambang Samudra Harimurti E60 (K15161008)

Analisis Situasi

Film documenter berdurasi 45 menit ini menceritakan tentang Perang yang terjadi pada perusahaan besar di industri coklat antara Hershey’s dan Mars. Kedua perusahaan ini bersaing ketat di pasar dengan mengedepankan marketing konsep di saluran distribusi dan iklan / promosi. Mars sebagai challenger berusaha merebut pasar dengan menguasai saluran distribusi, contohnya meletakkan semua jenis varian produk mereka di retailer-retailer terkemuka, mereka mempunyai target untuk menggeser semua produk Hershey’s dari pasaran.

Analisis Segmentasi Produk

Hershey’s dan Mars melakukan pengembangan produk secara terus menerus baik dari sisi brand (merek), rasa, bentuk, maupun kualitas ketahanan terhadap suhu panas agar tetap tidak meleleh. Ersey yang lebih disukai oleh pasar US (secara umum) dan M&M lebih menyasar kepada segmen anak-anak dan remaja.

  • Hersey sampai saat ini terus mengambil lini produk yang berhubungan dengan cokelat, dengan produk turunan yang memiliki bahan dasar cokelat seperti bubuk cokelat, Chocolate bar, syrup cokelat dan chocolate bar dengan focus pangsa pasar United States, membuat hersey’s menjadi market leader untuk produksi cokelat dan turunanya di United States (44.1%) disusul oleh Mars dan (29.3%) Lindt (9.3%) serta Netsle (4.9%)
  • M&M yang bertransformasi menjadi Mars Incorporated menggunakan strategi Holistic yang beragam untuk berbagai macam produk makanan ringan, meskipun tidak menjadi market leader dalam satu industri dan segmen, Mars membuat beberapa diferensiasi produk berdasarkan berbagai segmen pasar. Mars menyasar pasar Global dengan tidak terlalu menmfokuskan market leader, tetapi multivariate product yang “serba ada”.
  • Untuk strategi merek, Hershey’s menggunakan strategi nama perusahaan yang dikombinasikan dengan merek produk individual karena di setiap merek individual terdapat nama/logo Hershey’s.
  • Sementara itu, Mars lebih cenderung menggunakan nama merek individual (Mars, Milky Way, Snickers, Three Musketeers, M&M’s, dll.)
  • Dalam Chocolate Industries di Indonesia M&M dan hesley masih memiliki pesaing utama local yaitu Ceres (Silverqueen) dan Mondelez (Cadbury). Sulitnya mengambil market Lokal bagi Hensley’s dan M&M dikarenakan selera masyarakat kurang sesuai dengan resep Cokelat Hensley & M&M serta saluran promosi yang kurang tepat sasaran
Advertisements